Senin, 20 Oktober 2014

BAB III



BAB III
Melakukan Pemasangan dan Masalah Access Point

A.       Gambaran Umum Perusahaan/Kantor/Instansi

1.        Sejarah Telekomunikasi

       Penemuan teknologi dimulai sejak lebih dari satu abad yang lalu. Teknologi berkembang dari riset ilmiah yang dilakukan banyak ilmuan. Dewasa ini penemuan tehnologi banyak dilakukan oleh tim riset dari beberapa organisasi bisnis, universitas-universitas dan organisasi nirlaba. Setiap teknologi baru biasanya menggantikan teknologi yang sudah tua.
Penemuan di bidang teknologi dapat memberikan kemudahan-kemudahan bagi kita, misalnya dalam melakukan pertukaran informasi, transaksi maupun transportasi. Perkembangan teknologi juga meningkatkan standar hidup manusia, meningkatkan mutu informasi, hiburan dan pendidikan.
Telekomunikasi merupakan salah satu hasil teknologi. Pada awalnya orang melakukan komunikasi verbal dengan cara berteriak satu sama lain. Tapi hal ini menghasilkan komunikasi yang buruk untuk jarak lebih dari 2 mil. Kondisi ini lalu mendorong dikembangkannya teknologi komunikasi yakni telpon. Pesawat telpon telah lama dikenal sebagai salah satu sarana telekomunikasi yang sangat berguna dan merupakan alat komunikasi pertama dalam sejarah perkembangan telekomunikasi.

2.        Pengertian dan jenis telekomunikasi
      Telekomunikasi adalah pertukaran informasi (dimana terjadi perubahan ”format informasi”) pada hubungan komunikasi jarak jauh yang terjadi secara elektris/elektronis. Telekomunikasi merupakan pertukaran informasi dalam berbagai bentuk (suara,data, teks, gambar, audio, video) melalui jaringan berbasis komputer.Telekomunikasi dasar (primitif) adalah Point to Point dimana ada source (orginating) dan sink


(destination) Untuk dapat memulai dan mengakhiri komunikasi antara kedua pihak harus ada
tanda ( signaling ) yang dikenal oleh kedua pihak. Fungsi signaling dalam PtP adalah tanda untuk memulai dan mengakhiri komunikasi.
Telekomunikasi berkaitan erat dengan pengertian yaitu berkomunikasi secara jarak jauh. Dapat pula diartikan sebagai gerak elektronik dan informasi. pemancaran, pengiriman dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik lainnya. Istilah telekomunikasi ini biasanya dipakai untuk menunjuk pada pengertian telepon, internet, VoIP, telex, dan faximili.
       Telekomunikasi yang modern berbentuk Point to Multipoint (PtM). Untuk PtM searah disebut Broadcast dimana dalam hal komunikasi ini tidak diperlukan signaling. Untuk PtM dua arah maka diperlukan signaling. Telekomunikasi berbentuk Mulipoint to Point, yang terjadi pada hubungan berhirarki (bertingkat). 
Contoh komunikasi antar sentral.
       Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini dapat dilihat dari banyak lahirnya berbagai penemuan teknologi baru yang lebih canggih dalam waktu yang relatif singkat. Inovasi tersebut terjadi untuk memperbaiki sesuatu yang sudah ada maupun menciptakan sesuatu yang baru.

3.        Sejarah Telkom Indonesia

PT.  TELEKOMUNIKASI  INDONESIA, Tbk  atau   dikenal  dengan PT. TELKOM adalah suatu badan usaha yang memiliki sejarah panjang. Berawal dari Post en Telegraafdienst, yaitu sebuah perusahaan swasta yang menyelenggarakan jasa-jasa pos dan telekomunikasi yang didirikan dengan Staatsblad No. 52 tahun 1884. Penyelenggaraan telekomunikasi oleh swasta ini berlangsung sampai tahun 1906 dan sejak itu diambil alih oleh pemerintah Belanda dengan berdasarkan kepada Staatblad No. 395 tahun 1906. Sejak itu berdirilah Post Telegraaf en Telefoondienst atau disebut PTT Dienst yang pada tahun 1927 ditetapkan sebagai perusahaan negara pemerintah Hindia Belanda.
       Jawatan PTT berlangsung sampai dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–Undang (Perpu) No. 19 tahun 1960, yang menetapkan jawatan PTT untuk tetap menjadi perusahaan negara. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 240 tahun 1961 Perusahaan Jawatan PTT berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya, pemerintah memandang perlu untuk membagi PN. Pos dan Telekomunikasi menjadi dua Perusahaan Negara yang berdiri sendiri, yakni berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1965  dibentuk  PN. Pos dan Giro dan dengan Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1965 didirikan PN. Telekomunikasi.
       Kemajuan teknologi dan jasa telekomunikasi mendorong pemerintah untuk meningkatkan bentuk perusahaan PN. Telekomunikasi menjadi Perusahaan Umum (PERUM). Untuk itu berdasarkan peraturan pemerintah No. 36 tahun 1974 resmi berdiri Perusahaan Umum Telekomunikasi yang populer dengan sebutan PERUMTEL. Dalam peraturan tersebut, PERUMTEL dinyatakan sebagai penyelenggara telekomunikasi untuk umum, baik hubungan telekomunikasi dalam negeri maupun luar negeri. Pada saat itu, hubungan telekomunikasi luar negeri juga diselenggarakan oleh PT. Indonesian Satellindo Corporation (INDOSAT) yang saat itu berstatus perusahaan asing, bagian dari American Cable & Radio Corporation, sebuah perusahaan di negara bagian Delaware, Amerika Serikat. Seluruh saham PT. INDOSAT dengan modal asing tersebut, pada akhir tahun 1980 dibeli oleh Negara Republik Indonesia dan untuk selanjutnya dikeluarkan peraturan pemerintah No. 53 tahun 1980, yang isinya perubahan atas Perusahaan Pemerintah No. 22 tahun 1974. Berdasarkan peraturan pemerintah No. 53 tahun 1980, PERUMTEL ditetapkan sebagai badan usaha penyelenggara telekomunikasi dalam negeri dan INDOSAT sebagai penyelenggara telekomunikasi jasa luar negeri. Namun saat ini INDOSAT telah dijual oleh pemerintah Republik Indonesia ke Singapura.
       Memasuki Repelita V pemerintah merasakan perlunya percepatan pembangunan telekomunikasi, karena sebagai infrastruktur diharapkan dapat memacu pembangunan di sektor lainnya. Untuk itu berdasarkkan peraturan pemerintah No. 25 tahun 1991, maka dibentuk perusahaan umum (PERUM) dialihkan menjadi perusahaan perseroan (PERSERO) Telekomunikasi Indonesia dengan sebutan TELKOM.
       Perubahan di lingkungan TELKOM juga terus berlangsung seperti perubahan bentuk perusahaan sejak dari jawatan, perusahaan umum, perusahaan perseroan (PERSERO) sampai menjadi perusahaan publik. Bahkan secara makro, penyelenggaraan yang semula menjadi monopoli pemerintah secara berangsung angsur diberlakukan privatisasi dalam penyelenggaraan telekomunikasi.
       Perubahan besar-besaran terjadi pada tahun 1995, meliputi restrukturisasi internal, kerjasama operasi dan Initial public offering (IPO). Restrukturisasi internal dimaksudkan untuk menjadikan pengelola perusahaan  menjadi efisien dan efektif, karena terjadi pemisahan bidang antara bidang usaha utama (core business), bidang usaha terkait dan bidang usaha penunjang. Sebagai hasil restrukturisasi, sejak 1 juli 1995 organisasi TELKOM terdiri dari tujuh divisi regional dan satu divisi network yang keduanya mengelola bidang usaha utama, antara lain:
Divisi Regional Sumatera, terdiri dari: Aceh, Sumatera Utara, Medan, Lampung, Sumatera Barat, Riau Daratan, Riau Kepulauan, Sumatera Bagian Selatan.
Divisi Regional Jakarta, terdiri dari: Bekasi, Bogor, Depok, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Karawang, Kepulauan Seribu, Purwakarta, Serang, Tangerang.
Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, terdiri dari: Bandung, Banjar, Bekasi, Ciamis, Cianjur, Cilegon, Cimahi, Cirebon, Garut, Indramayu, Kuningan, Lebak, Majalengka, Pandeglang, Subang, Sukabumi, Sumedang, Tasikmalaya.
Divisi Regional Jawa Tengah dan DIY, terdiri dari: Banjarnegara, Bantul, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Gunung Kidul, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Kulon Progo, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Salatiga, Semarang, Sleman, Sragen, Sukoharjo, Surakarta, Tegal, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo, Yogyakarta.
Divisi Regional Jawa Timur, terdiri dari: Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, Tuban, Tulungagung.
Divisi Regional Kalimantan, terdiri dari: Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.
Divisi Regional Indonesia Timur, wilayah kerjanya mencakup seluruh kawasan timur  Indonesia yang meliputi Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

4.        Visi dan Misi

a.              Visi Witel Kalsel :
1)             Integrity, yaitu satunya Keyakinan (believe) terhadap nilai – nilai yang dianut dengan Pikiran (mind) dan Perbuatan (action). Esensi dari integritas adalah Kejujuran (honesty) yang termanifestasi dari selarasnya keyakinan, pikiran, dan perbuatan di dalam diri sanubari seseorang.
2)             Enthusiasm, yaitu Keinginan (desire) yang melahirkan Kesungguhan (passion) karena adanya sebuah Harapan (hope) tertinggi untuk menjadi yang terbaik. Ketika seseorang mempunyai spirit yang bersumber dari keyakinan yang dmilikinya, maka bergeloralah jiwa antusias orang tersebut, dan ketika sesorang sudah memiliki antusias maka pada gilirannya ia akan memiliki sikap totalitas.
3)             Totality, yaitu mendedikasikan seluruh potensi dan kemampuan yang dimiliki untuk mewujudkan yang terbaik. Ketika seseorang sudah mencapai totalitas maka ia akan selalu berusaha meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dirinya dalam rangka memberikan yang terbaik tersebut.

b.             Misi Witel Kalsel :
1)             Telecomunication
2)             Information
3)             Media
4)             Edutainment
5)             Service

1)             Telecomunication
Adanya komunikasi terhadap sesama karyawan dan terhadap orang – orang sekitar.
2)             Information
Memberikan informasi yang benar dan akurat.
3)             Media
Memberikan sarana yang terbaik bagi pelanggan.
4)             Edutainment
Melakukan pekerjaan dengan cepat,tepat dan menyenangkan.
5)             Service
Memberikan layanan yang terbaik bagi para pelanggan.

B.       Kegiatan – Kegiatan yang Dilakukan Selama PSG

1.        Kegiatan – kegiatan yang dilakukan selama PSG
       Kegiatan – kegiatan yang dilakukan selama melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sangat banyak diantara nya adalah : Melakukan pemasangan Access Point, Melakukan survey gangguan Access Point, Melakukan penginstallan windows 7, Mendesain gambar berupa brosur,denah, dan perencanaan tempat, Melakukan sosialisasi di beberapa sekolah, Mensurvey tempat lokasi pemasangan Wifi Corner, Mensetting camera CCTV, Mensetting router Mikrotik, Melakukan penjualan User wifi.id, Melakukan pemasangan spanduk wifi.id pada wifi corner, Melakukan setting IP Address, Melakukan setting Radio. Penulis akan melaporkan kegiatan yang saya lakukan :
a.              Melakukan Pemasangan pada Access Point.
b.             Cara melakukan koneksi internet.
c.              Menyelesaikan masalah gangguan yang terjadi pada Access Point.
Disini penulis akan memberitahukan gimana cara pemasangan Access Point, gangguan pada Access Point
a.              Melakukan pemasangan Access Point
       Saat ingin membuat Hotspot atau area untuk melakukan koneksi sendiri di rumah diperlukan Access Point sebagai perantara frekuensi yang dikirimkan melalui server. Hotspot adalah area/tempat yang memiliki jangkauan frekuensi dari Access Point untuk bisa melakukan koneksi internet. Bagaimanakah cara pemasangan Access Point itu?
Pemasangan Access Point melalui langkah – langkah sebagai berikut :
1)            Memasang Access Point pada tempat yang sesuai atau tempat yang memudahkan Access Point memberikan pancaran sinyal agar daerah sekitar bisa melakukan koneksi.
2)            Setelah itu hubungkan Access Point dengan WAC (Wireless Access Controller) maka secara otomatis Access Point yang dihubungkan akan mendapatkan IP Address untuk Access Point tersebut.
3)            WAC akan bersinkronisasi terhadap Access Point untuk bisa melakukan konfigurasi data – data secara otomatis.
4)            Setelah itu client dapat melakukan koneksi ke jaringan internet dengan mudah.

Sebelum melakukan koneksi kita pasti akan mensetting laptop/computer kita agar bisa melakukan koneksi, yaitu :
1)             Install driver Wireless Laptop yang akan melakukan koneksi ke internet.
2)             Setelah diinstall koneksi kan laptop dengan SSID atau nama sebuah jaringan yang dibuat dari system Access Point, misalnya @wifi.id, flashzone-seamless@wifi.id, FlashZone,dll
3)             Setelah itu buka browser seperti Mozila, Chrome, dll.
           Jika melakukan koneksi dengan SSID @wifi.id, FlashZone,flashzone-seamless@wifi.id maka harus masuk dengan menggunakan akun/user @wifi.id.
4)             Setelah buka browser ketik kan pada browser alamat untuk www.google.com, maka secara otomatis akan masuk kedalam halaman Welcome Page untuk mengisikan Username dan Password pada user @wifi.id.
5)             Setelah diisi untuk Username dan Password yang disediakan maka klik Login
6)             Maka akan secara otomatis masuk ke dalam Situs Selamat Datang.

2.        Jalur Pengiriman Data Bandwidth.
Disini penulis akan menuliskan jalur bagaimana User bisa masuk/tekoneksi ke dalam internet.

User à Access Point à Akses FTTH à Backbone à WAC à WAG à Internet

       Akses FTTH atau disebut juga Akses Fiber To The Home adalah pengiriman bandwidth yang menggunakan jaringan Optik. Jaringan Optik adalah jaringan yang dikirimkan dengan cepat sama dengan kecepatan cahaya. Didalam Akses FTTH terdapat ONT.
       Apakah ONT itu? ONT (Optikal Network Transmision) atau biasa disebut Modem ONT adalah sebagai modem untuk mengirimkan data yang diterima dari Access Point untuk dikirimkan ke WAC dan WAG untuk mendapatkan IP secara otomatis agar dapat masuk kedalam jaringan koneksi internet. WAC akan mengontrol jaringan yang dikirimkan melalui Modem ONT dan Access Point.
       Backbone adalah sebagai lintasan utama untuk pengiriman bandwidth yang dilakukan secara bolak balik dari WAC untuk diteruskan ke WAG dan untuk bisa masuk ke dalam jaringan internet.
       WAC (Wireless Akses Controller) adalah sebagai monitoring atau pengendali pada Access Point. WAC berfungsi untuk pengiriman bandwidth yang diberikan untuk Access Point tersebut dan WAC juga berfungsi memutus jaringan dan menurunkan bandwidth pada Access Point. Jika Access Point sudah tidak terpakai maka WAC akan memutus jaringan tersebut.
       WAG (Wireless Akses Gateway) adalah sebagai pembagi IP Address pada setiap User/pengguna yang melakukan koneksi. pembagian IP Address pada setiap user/pengguna harus berbeda itu dikarenakan, jika IP Address pada user/pengguna sama dengan user yang lain, maka kedua user/pengguna tersebut tidak dapat melakukan koneksi ke jaringan internet. Karena IP Address berfungsi sebagai identifikasi setiap user/pengguna untuk masuk ke dalam jaringan.

3.        Peralatan – Peralatan Pemasangan
Saat melakukan pemasangan pasti akan memerlukan yang namanya peralatan untuk pemasangan Access Point, peralatan tersebut adalah :
a.             Tool Kit
Pada Tool Kit terdapat banya alat untuk memasang Access Point, yaitu adalah :
1)            Obeng, fungsi obeng disini untuk memasang baut/sekrup pada saat pemasangan.
2)            Tang, fungsi tang sebagai penarik kawat/sebagai nya
3)            Crimping, fungsi crimping sebagai pemutus kabel RJ-45, jika kabel RJ-45 tersebut rusak.
4)            Plester, fungsi plester sebagai penutup untuk kabel yang terkelupas atau untuk memplester  sesuatu yang lain.
5)            Gunting, fungsi nya untuk menggunting sesuatu jika diperlukan.
6)            Carter, fungsi nya untuk memotong sesuatu jika di perlukan
7)            Palu, fungsi nya untuk memukul sesuatu jika saat diperlukan.
8)            Meteran, fungsi nya untuk mengukur jarak pada Access Point jika lebih dari 1 pemasangan.

b.             Kabel RJ-45
Apakah kabel RJ-45 itu? Kabel RJ-45 adalah kabel yang menghubungkan perangkat Komputer ke Access Point atau perangkat Access Point ke Server atau yang lainnya.
Jenis – Jenis Kabel RJ-45
1)            Kabel RJ-45 tipe Straight
2)            Kabel RJ-45 tipe Cross

1)             Kabel RJ-45 tipe Straight
Gambar 3.1 Kabel RJ-45 Tipe Straight

       Kabel Straight digunakan pada saat ingin menghubungkan antara computer ke hub , computer ke switch , computer ke AP (Access Point) , dsb. Sebenarnya susunan kabel straight tidak harus persis seperti dibawah ini, susunanya warna bisa ditukar sesuai selera anda. Susunan warna dibawah ini merupakan standar yang sering digunakan di Indonesia.

Susunan Kabel Straight adalah:
1.             Putih Hijau
2.             Hijau
3.             Putih Orange
4.             Biru
5.             Putih Biru
6.             Orange
7.             Putih Cokelat
8.             Cokelat                                Gambar 3.2 Susunan Kabel Straight

2)          Kabel RJ-45 tipe Cross
       Kabel Cross adalah kabel yang biasa nya menghubungkan computer antar computer atau menghubungkan hub antar hub. Pada kabel cross memiliki susunan warna yang berbeda pada konektor kabel nya.

Gambar 3.3 Kabel RJ-45 Tipe Cross
2.        Gangguan Pada Access Point
Pada Access Point biasanya sering terjadi gangguan yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Gangguan yang terjadi adalah :
a.              Terputus nya kabel RJ-45 yang berfungsi sebagai penghubung antar perangkat.
b.             Terputus nya sambungan Access Point pada server. Dikarenakan terganggunya frekuensi yang dikirim kan ke Access Point.
c.              Rusak nya perangkat di karenakan tertindih benda yang berat atau terjatuh dari tempat yang agak tinggi.
d.             Dicabutnya kabel pada Access Point sehingga jaringan terputus.
e.              Terkena kilat/petir yang menyebabkan Access Point rusak.

3.        Pemecahan Masalah
a.              Jika kabel RJ-45 terputus maka diganti dengan kabel RJ-45 yang baru atau disambung dengan memotong sebagian kabel yang rusak dan disambung dengan menggunakan koveler
b.             Meninggikan frekuensi dari WAC pada Access Point yang mengalami gangguan pada frekuensi bandwidth
c.              Diganti dengan Access Point yang baru untuk dapat melakukan pengiriman bandwidth secara bolak balik dari Access Point ke WAC
d.             Disambungkan kembali kabel yang dicabut untuk mengembalikan keadaan Access Point seperti semula
e.              Diganti dengan Access Point yang baru

0 komentar:

Posting Komentar