BAB III
Melakukan
Pemasangan dan Masalah Access Point
A.
Gambaran Umum
Perusahaan/Kantor/Instansi
1. Sejarah Telekomunikasi
Penemuan
teknologi dimulai sejak lebih dari satu abad yang lalu. Teknologi berkembang
dari riset ilmiah yang dilakukan banyak ilmuan. Dewasa ini penemuan tehnologi
banyak dilakukan oleh tim riset dari beberapa organisasi bisnis,
universitas-universitas dan organisasi nirlaba. Setiap teknologi baru biasanya
menggantikan teknologi yang sudah tua.
Penemuan di bidang teknologi dapat memberikan kemudahan-kemudahan bagi kita,
misalnya dalam melakukan pertukaran informasi, transaksi maupun transportasi.
Perkembangan teknologi juga meningkatkan standar hidup manusia, meningkatkan
mutu informasi, hiburan dan pendidikan.
Telekomunikasi merupakan salah satu
hasil teknologi. Pada awalnya orang melakukan komunikasi verbal dengan cara
berteriak satu sama lain. Tapi hal ini menghasilkan komunikasi yang buruk untuk
jarak lebih dari 2 mil. Kondisi ini lalu mendorong dikembangkannya teknologi komunikasi
yakni telpon. Pesawat telpon telah lama dikenal sebagai salah satu sarana
telekomunikasi yang sangat berguna dan merupakan alat komunikasi pertama dalam
sejarah perkembangan telekomunikasi.
2.
Pengertian dan jenis telekomunikasi
Telekomunikasi adalah
pertukaran informasi (dimana terjadi perubahan ”format informasi”) pada
hubungan komunikasi jarak jauh yang terjadi secara elektris/elektronis.
Telekomunikasi merupakan pertukaran informasi dalam berbagai bentuk
(suara,data, teks, gambar, audio, video) melalui jaringan berbasis komputer.Telekomunikasi dasar
(primitif) adalah Point to Point dimana ada source
(orginating) dan sink
(destination) . Untuk dapat memulai dan mengakhiri komunikasi antara
kedua pihak harus ada
tanda ( signaling ) yang dikenal oleh kedua
pihak. Fungsi signaling dalam PtP adalah tanda untuk memulai dan
mengakhiri komunikasi.
Telekomunikasi
berkaitan erat dengan pengertian yaitu berkomunikasi secara jarak jauh. Dapat
pula diartikan sebagai gerak elektronik dan informasi. pemancaran, pengiriman
dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat,
tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau
sistem elektromagnetik lainnya. Istilah telekomunikasi ini biasanya dipakai
untuk menunjuk pada pengertian telepon, internet, VoIP, telex, dan faximili.
Telekomunikasi yang modern berbentuk Point to Multipoint (PtM). Untuk PtM searah disebut Broadcast dimana dalam hal komunikasi ini tidak diperlukan signaling. Untuk PtM dua arah maka diperlukan signaling. Telekomunikasi berbentuk Mulipoint to Point, yang terjadi pada hubungan berhirarki (bertingkat). Contoh komunikasi antar sentral.
Telekomunikasi yang modern berbentuk Point to Multipoint (PtM). Untuk PtM searah disebut Broadcast dimana dalam hal komunikasi ini tidak diperlukan signaling. Untuk PtM dua arah maka diperlukan signaling. Telekomunikasi berbentuk Mulipoint to Point, yang terjadi pada hubungan berhirarki (bertingkat). Contoh komunikasi antar sentral.
Pesatnya
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini dapat dilihat dari
banyak lahirnya berbagai penemuan teknologi baru yang lebih canggih dalam waktu
yang relatif singkat. Inovasi tersebut terjadi untuk memperbaiki sesuatu yang
sudah ada maupun menciptakan sesuatu yang baru.
3. Sejarah Telkom Indonesia
PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk atau
dikenal dengan PT. TELKOM adalah
suatu badan usaha yang memiliki sejarah panjang. Berawal dari Post en
Telegraafdienst, yaitu sebuah perusahaan swasta yang menyelenggarakan jasa-jasa
pos dan telekomunikasi yang didirikan dengan Staatsblad No. 52 tahun 1884.
Penyelenggaraan telekomunikasi oleh swasta ini berlangsung sampai tahun 1906
dan sejak itu diambil alih oleh pemerintah Belanda dengan berdasarkan kepada
Staatblad No. 395 tahun 1906. Sejak itu berdirilah Post Telegraaf en
Telefoondienst atau disebut PTT Dienst yang pada tahun 1927 ditetapkan sebagai
perusahaan negara pemerintah Hindia Belanda.
Jawatan PTT berlangsung sampai dikeluarkannya Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang–Undang (Perpu) No. 19 tahun 1960, yang menetapkan jawatan PTT
untuk tetap menjadi perusahaan negara. Kemudian berdasarkan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No. 240 tahun 1961 Perusahaan Jawatan PTT berubah
menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Telekomunikasi. Dalam perkembangan
selanjutnya, pemerintah memandang perlu untuk membagi PN. Pos dan
Telekomunikasi menjadi dua Perusahaan Negara yang berdiri sendiri, yakni
berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 1965 dibentuk
PN. Pos dan Giro dan dengan Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1965
didirikan PN. Telekomunikasi.
Kemajuan teknologi dan jasa telekomunikasi mendorong pemerintah untuk
meningkatkan bentuk perusahaan PN. Telekomunikasi menjadi Perusahaan Umum
(PERUM). Untuk itu berdasarkan peraturan pemerintah No. 36 tahun 1974 resmi
berdiri Perusahaan Umum Telekomunikasi yang populer dengan sebutan PERUMTEL.
Dalam peraturan tersebut, PERUMTEL dinyatakan sebagai penyelenggara
telekomunikasi untuk umum, baik hubungan telekomunikasi dalam negeri maupun
luar negeri. Pada saat itu, hubungan telekomunikasi luar negeri juga
diselenggarakan oleh PT. Indonesian Satellindo Corporation (INDOSAT) yang saat
itu berstatus perusahaan asing, bagian dari American Cable & Radio
Corporation, sebuah perusahaan di negara bagian Delaware, Amerika Serikat.
Seluruh saham PT. INDOSAT dengan modal asing tersebut, pada akhir tahun 1980
dibeli oleh Negara Republik Indonesia dan untuk selanjutnya dikeluarkan
peraturan pemerintah No. 53 tahun 1980, yang isinya perubahan atas Perusahaan
Pemerintah No. 22 tahun 1974. Berdasarkan peraturan pemerintah No. 53 tahun
1980, PERUMTEL ditetapkan sebagai badan usaha penyelenggara telekomunikasi
dalam negeri dan INDOSAT sebagai penyelenggara telekomunikasi jasa luar negeri.
Namun saat ini INDOSAT telah dijual oleh pemerintah Republik Indonesia ke
Singapura.
Memasuki Repelita V pemerintah merasakan perlunya percepatan pembangunan
telekomunikasi, karena sebagai infrastruktur diharapkan dapat memacu
pembangunan di sektor lainnya. Untuk itu berdasarkkan peraturan pemerintah No.
25 tahun 1991, maka dibentuk perusahaan umum (PERUM) dialihkan menjadi
perusahaan perseroan (PERSERO) Telekomunikasi Indonesia dengan sebutan TELKOM.
Perubahan di lingkungan TELKOM juga terus berlangsung seperti perubahan
bentuk perusahaan sejak dari jawatan, perusahaan umum, perusahaan perseroan
(PERSERO) sampai menjadi perusahaan publik. Bahkan secara makro,
penyelenggaraan yang semula menjadi monopoli pemerintah secara berangsung
angsur diberlakukan privatisasi dalam penyelenggaraan telekomunikasi.
Perubahan besar-besaran terjadi pada tahun 1995, meliputi restrukturisasi
internal, kerjasama operasi dan Initial public offering (IPO). Restrukturisasi
internal dimaksudkan untuk menjadikan pengelola perusahaan menjadi efisien dan efektif, karena terjadi
pemisahan bidang antara bidang usaha utama (core
business), bidang usaha terkait dan bidang usaha penunjang. Sebagai hasil
restrukturisasi, sejak 1 juli 1995 organisasi TELKOM terdiri dari tujuh divisi
regional dan satu divisi network yang
keduanya mengelola bidang usaha utama, antara lain:
Divisi Regional Sumatera,
terdiri dari: Aceh, Sumatera Utara, Medan, Lampung, Sumatera Barat, Riau
Daratan, Riau Kepulauan, Sumatera Bagian Selatan.
Divisi Regional Jakarta,
terdiri dari: Bekasi, Bogor, Depok, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta
Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Karawang, Kepulauan Seribu, Purwakarta,
Serang, Tangerang.
Divisi Regional Jawa
Barat dan Banten, terdiri dari: Bandung, Banjar, Bekasi, Ciamis, Cianjur, Cilegon,
Cimahi, Cirebon, Garut, Indramayu, Kuningan, Lebak, Majalengka, Pandeglang,
Subang, Sukabumi, Sumedang, Tasikmalaya.
Divisi Regional Jawa
Tengah dan DIY, terdiri dari: Banjarnegara, Bantul, Banyumas, Batang, Blora,
Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Gunung Kidul, Jepara, Karanganyar,
Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Kulon Progo, Magelang, Pati, Pekalongan,
Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Salatiga, Semarang, Sleman, Sragen,
Sukoharjo, Surakarta, Tegal, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo, Yogyakarta.
Divisi Regional Jawa
Timur, terdiri dari: Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro,
Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun,
Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan,
Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya,
Trenggalek, Tuban, Tulungagung.
Divisi Regional
Kalimantan, terdiri dari: Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan
Tengah, Kalimantan Selatan.
Divisi Regional Indonesia
Timur, wilayah kerjanya mencakup
seluruh kawasan timur Indonesia yang
meliputi Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
4. Visi dan Misi
a.
Visi Witel Kalsel :
1)
Integrity, yaitu satunya Keyakinan (believe) terhadap nilai – nilai yang
dianut dengan Pikiran (mind) dan
Perbuatan (action). Esensi dari
integritas adalah Kejujuran (honesty)
yang termanifestasi dari selarasnya keyakinan, pikiran, dan perbuatan di dalam
diri sanubari seseorang.
2)
Enthusiasm, yaitu Keinginan (desire) yang melahirkan Kesungguhan (passion) karena adanya sebuah Harapan (hope) tertinggi untuk menjadi yang
terbaik. Ketika seseorang mempunyai spirit yang bersumber dari keyakinan yang
dmilikinya, maka bergeloralah jiwa antusias orang tersebut, dan ketika sesorang
sudah memiliki antusias maka pada gilirannya ia akan memiliki sikap totalitas.
3)
Totality, yaitu mendedikasikan seluruh potensi
dan kemampuan yang dimiliki untuk mewujudkan yang terbaik. Ketika seseorang
sudah mencapai totalitas maka ia akan selalu berusaha meningkatkan kapasitas
dan kapabilitas dirinya dalam rangka memberikan yang terbaik tersebut.
b.
Misi Witel Kalsel :
1)
Telecomunication
2)
Information
3)
Media
4)
Edutainment
5)
Service
1)
Telecomunication
Adanya
komunikasi terhadap sesama karyawan dan terhadap orang – orang sekitar.
2)
Information
Memberikan
informasi yang benar dan akurat.
3)
Media
Memberikan
sarana yang terbaik bagi pelanggan.
4)
Edutainment
Melakukan
pekerjaan dengan cepat,tepat dan menyenangkan.
5)
Service
Memberikan
layanan yang terbaik bagi para pelanggan.
B. Kegiatan – Kegiatan yang Dilakukan Selama PSG
1.
Kegiatan – kegiatan yang dilakukan
selama PSG
Kegiatan – kegiatan
yang dilakukan selama melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sangat banyak
diantara nya adalah : Melakukan pemasangan Access Point, Melakukan survey
gangguan Access Point, Melakukan penginstallan windows 7, Mendesain gambar berupa brosur,denah, dan perencanaan
tempat, Melakukan sosialisasi di beberapa sekolah, Mensurvey tempat lokasi
pemasangan Wifi Corner, Mensetting camera
CCTV, Mensetting router Mikrotik,
Melakukan penjualan User wifi.id,
Melakukan pemasangan spanduk wifi.id pada wifi corner, Melakukan setting IP Address, Melakukan setting Radio.
Penulis akan melaporkan kegiatan yang saya lakukan :
a.
Melakukan Pemasangan pada Access Point.
b.
Cara melakukan koneksi internet.
c.
Menyelesaikan masalah gangguan
yang terjadi pada Access Point.
Disini
penulis akan memberitahukan gimana cara pemasangan Access Point, gangguan pada Access
Point
a.
Melakukan pemasangan Access Point
Saat ingin membuat Hotspot
atau area untuk melakukan koneksi sendiri di rumah diperlukan Access Point
sebagai perantara frekuensi yang dikirimkan melalui server. Hotspot adalah
area/tempat yang memiliki jangkauan frekuensi dari Access Point untuk bisa
melakukan koneksi internet. Bagaimanakah cara pemasangan Access Point itu?
Pemasangan Access Point
melalui langkah – langkah sebagai berikut :
1)
Memasang Access Point pada tempat yang sesuai atau tempat yang memudahkan
Access Point memberikan pancaran sinyal agar daerah sekitar bisa melakukan
koneksi.
2)
Setelah itu hubungkan Access Point dengan WAC (Wireless Access Controller) maka secara otomatis Access Point
yang dihubungkan akan mendapatkan IP Address untuk Access Point tersebut.
3)
WAC akan bersinkronisasi terhadap Access Point untuk bisa melakukan
konfigurasi data – data secara otomatis.
4)
Setelah itu client dapat melakukan
koneksi ke jaringan internet dengan mudah.
Sebelum melakukan
koneksi kita pasti akan mensetting laptop/computer kita agar bisa melakukan
koneksi, yaitu :
1)
Install driver Wireless Laptop yang akan melakukan koneksi ke internet.
2)
Setelah diinstall koneksi kan
laptop dengan SSID atau nama sebuah
jaringan yang dibuat dari system Access Point, misalnya @wifi.id, flashzone-seamless@wifi.id, FlashZone,dll
3)
Setelah itu buka browser seperti Mozila, Chrome, dll.
Jika melakukan koneksi dengan SSID @wifi.id, FlashZone,flashzone-seamless@wifi.id maka harus
masuk dengan menggunakan akun/user
@wifi.id.
4)
Setelah buka browser ketik kan
pada browser alamat untuk www.google.com,
maka secara otomatis akan masuk kedalam halaman Welcome Page untuk mengisikan Username
dan Password pada user @wifi.id.
5)
Setelah diisi untuk Username dan Password yang disediakan maka klik Login
6)
Maka akan secara otomatis masuk ke
dalam Situs Selamat Datang.
2.
Jalur Pengiriman Data Bandwidth.
Disini penulis akan menuliskan jalur bagaimana User bisa
masuk/tekoneksi ke dalam internet.
User à Access
Point à Akses FTTH à Backbone à WAC à WAG à Internet
Akses
FTTH atau disebut juga Akses Fiber To The Home adalah pengiriman bandwidth yang menggunakan jaringan
Optik. Jaringan Optik adalah jaringan yang dikirimkan dengan cepat sama
dengan kecepatan cahaya. Didalam Akses
FTTH terdapat ONT.
Apakah ONT itu? ONT (Optikal Network Transmision) atau biasa disebut Modem ONT adalah sebagai modem untuk mengirimkan data yang
diterima dari Access Point untuk
dikirimkan ke WAC dan WAG untuk mendapatkan IP secara otomatis agar dapat masuk
kedalam jaringan koneksi internet. WAC
akan mengontrol jaringan yang dikirimkan melalui Modem ONT dan Access Point.
Backbone adalah sebagai lintasan utama untuk pengiriman bandwidth yang dilakukan secara bolak balik dari WAC untuk diteruskan ke WAG dan untuk bisa masuk ke dalam jaringan internet.
WAC
(Wireless Akses Controller) adalah sebagai monitoring
atau pengendali pada Access Point. WAC berfungsi untuk pengiriman bandwidth yang diberikan untuk Access Point tersebut dan WAC juga berfungsi memutus jaringan dan
menurunkan bandwidth pada Access Point.
Jika Access Point sudah tidak
terpakai maka WAC akan memutus
jaringan tersebut.
WAG
(Wireless Akses Gateway) adalah sebagai pembagi IP Address pada setiap User/pengguna yang melakukan koneksi.
pembagian IP Address pada setiap user/pengguna harus berbeda itu
dikarenakan, jika IP Address pada user/pengguna sama dengan user yang
lain, maka kedua user/pengguna
tersebut tidak dapat melakukan koneksi ke jaringan
internet. Karena IP Address
berfungsi sebagai identifikasi setiap user/pengguna
untuk masuk ke dalam jaringan.
3.
Peralatan – Peralatan Pemasangan
Saat melakukan pemasangan pasti akan memerlukan yang
namanya peralatan untuk pemasangan Access
Point, peralatan tersebut adalah :
a.
Tool Kit
Pada Tool Kit terdapat banya alat untuk memasang Access
Point, yaitu adalah :
1)
Obeng, fungsi obeng disini untuk
memasang baut/sekrup pada saat pemasangan.
2)
Tang, fungsi tang sebagai penarik
kawat/sebagai nya
3)
Crimping, fungsi crimping sebagai
pemutus kabel RJ-45, jika kabel RJ-45 tersebut rusak.
4)
Plester, fungsi plester sebagai
penutup untuk kabel yang terkelupas atau untuk memplester sesuatu yang lain.
5)
Gunting, fungsi nya untuk
menggunting sesuatu jika diperlukan.
6)
Carter, fungsi nya untuk memotong
sesuatu jika di perlukan
7)
Palu, fungsi nya untuk memukul
sesuatu jika saat diperlukan.
8)
Meteran, fungsi nya untuk mengukur
jarak pada Access Point jika lebih
dari 1 pemasangan.
b.
Kabel RJ-45
Apakah
kabel RJ-45 itu? Kabel RJ-45 adalah kabel yang menghubungkan perangkat Komputer
ke Access Point atau perangkat Access Point ke Server atau yang lainnya.
Jenis – Jenis Kabel RJ-45
1)
Kabel RJ-45 tipe Straight
2)
Kabel RJ-45 tipe Cross
1)
Kabel RJ-45 tipe Straight
Gambar 3.1
Kabel RJ-45 Tipe Straight
Kabel Straight
digunakan pada saat ingin menghubungkan antara computer ke hub , computer ke
switch , computer ke AP (Access Point)
, dsb. Sebenarnya susunan kabel straight tidak harus persis seperti dibawah
ini, susunanya warna bisa ditukar sesuai selera anda. Susunan warna dibawah ini
merupakan standar yang sering digunakan di Indonesia.
Susunan Kabel Straight adalah:
1.
Putih Hijau
2.
Hijau
3.
Putih Orange
4.
Biru
5.
Putih Biru
6.
Orange
7.
Putih Cokelat
8.
Cokelat Gambar 3.2
Susunan Kabel Straight
2)
Kabel RJ-45
tipe Cross
Kabel Cross adalah kabel yang biasa nya
menghubungkan computer antar computer atau menghubungkan hub antar hub. Pada kabel
cross memiliki susunan warna yang
berbeda pada konektor kabel nya.
Gambar 3.3 Kabel RJ-45 Tipe Cross
2.
Gangguan Pada Access Point
Pada Access Point biasanya sering terjadi
gangguan yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Gangguan yang terjadi
adalah :
a.
Terputus nya kabel RJ-45 yang berfungsi sebagai penghubung
antar perangkat.
b.
Terputus nya sambungan Access Point pada server. Dikarenakan terganggunya frekuensi yang dikirim kan ke Access Point.
c.
Rusak nya perangkat di karenakan
tertindih benda yang berat atau terjatuh dari tempat yang agak tinggi.
d.
Dicabutnya kabel pada Access Point sehingga jaringan terputus.
e.
Terkena kilat/petir yang
menyebabkan Access Point rusak.
3.
Pemecahan Masalah
a.
Jika kabel RJ-45 terputus maka diganti dengan kabel RJ-45 yang baru atau disambung dengan memotong sebagian kabel yang
rusak dan disambung dengan menggunakan koveler
b.
Meninggikan frekuensi dari WAC pada Access Point yang mengalami gangguan
pada frekuensi bandwidth
c.
Diganti dengan Access Point yang baru untuk dapat
melakukan pengiriman bandwidth secara bolak balik dari Access Point ke WAC
d.
Disambungkan kembali kabel yang
dicabut untuk mengembalikan keadaan Access
Point seperti semula
e.
Diganti dengan Access Point yang baru





0 komentar:
Posting Komentar